Wajib Tahu! Ini 4 Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan

| Khazanah | 22 Desember 2025
Wajib Tahu! Ini 4 Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan

Apakah Anda kesulitan membedakan antara zakat mal dan zakat penghasilan sehingga ragu menunaikannya dengan benar? Banyak orang mengalami kebingungan ini karena kurang memahami perhitungan, nisab, dan waktu pembayaran yang berlaku pada masing-masing zakat.

Kebingungan seperti ini sebenarnya bisa diatasi dengan memahami definisi, objek, serta cara perhitungan zakat mal dan zakat penghasilan secara jelas. Yuk simak penjelasan berikut ini tentang perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan, supaya Anda bisa menunaikannya dengan tepat setiap waktu.

Apa Itu Zakat Mal dan Zakat Penghasilan? Simak Penjelasan Ini!

Sebelum memahami lebih jauh, penting bagi Anda mengenal definisi zakat mal dan zakat penghasilan secara sederhana dan jelas. Pemahaman ini membantu Anda mengetahui harta atau penghasilan mana yang wajib dizakati serta cara menghitungnya dengan tepat.

Zakat mal adalah zakat atas harta yang dimiliki secara penuh dan telah mencapai nisab serta haul tertentu dalam satu tahun. Tujuan utamanya adalah membersihkan harta dari sifat kikir sekaligus membantu golongan yang berhak menerima zakat secara adil.

Harta yang dizakati tidak terbatas emas atau perak saja, tetapi juga tabungan, properti, saham, atau aset lain yang dimiliki secara penuh. Dengan memahami hal ini, Anda akan lebih mudah mempersiapkan dan menunaikan zakat mal sesuai aturan syariat Islam.

Sementara itu, zakat penghasilan atau zakat profesi berlaku untuk pendapatan rutin dari pekerjaan, seperti gaji, honor, atau bonus yang diperoleh secara konsisten. Tujuannya tetap sama, mensucikan penghasilan dan meringankan beban penerima zakat, namun fokusnya khusus pada pendapatan yang diterima setiap periode.

Dengan memahami konsep dasar kedua jenis zakat ini, Anda bisa lebih percaya diri dalam menunaikannya dengan benar setiap kali harta atau penghasilan telah memenuhi syarat. Pengetahuan ini menjadi langkah awal yang penting agar kewajiban zakat berjalan lancar dan membawa keberkahan.

4 Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan yang Harus Anda Ketahui

Memahami zakat mal dan zakat penghasilan secara tepat sangat penting supaya Anda tidak salah menghitung dan menunaikannya setiap kali tiba kewajiban. Yuk simak penjelasan berikut ini tentang objek, waktu, dan cara perhitungan kedua jenis zakat supaya lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Objek Zakat

Objek zakat mal mencakup seluruh harta yang dimiliki secara penuh, seperti emas, perak, tabungan, saham, atau aset lain yang telah mencapai nisab. Artinya, setiap harta yang Anda miliki dan sudah memenuhi syarat wajib dizakati secara rutin dan tepat sesuai syariat Islam.

Sementara itu, objek zakat penghasilan mencakup pendapatan rutin dari pekerjaan atau profesi, misalnya gaji, honor, atau bonus bulanan yang diterima. Dengan memahami hal ini, Anda dapat menghitung zakat dengan benar berdasarkan sumber penghasilan sehingga kewajiban tetap terpenuhi setiap periode.

Waktu Pembayaran

Zakat mal dibayarkan setelah harta mencapai satu tahun kepemilikan atau haul, sehingga kewajiban ini muncul ketika syarat telah terpenuhi. Artinya, jika Anda memiliki emas, tabungan, atau aset lain, zakat baru wajib dikeluarkan setelah satu tahun penuh.

Sementara itu, zakat penghasilan dibayarkan secara berkala setiap kali menerima pendapatan rutin dari pekerjaan atau profesi, seperti gaji, honor, atau bonus. Dengan demikian, Anda bisa menunaikannya setiap bulan atau mengakumulasi beberapa bulan sekaligus agar lebih fleksibel dan praktis.

Memahami perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan ini membantu Anda merencanakan keuangan dengan lebih baik dan memastikan kewajiban selalu terpenuhi tepat waktu. Dengan pengetahuan ini, Anda bisa menunaikan zakat secara teratur, sesuai aturan, dan tetap membawa keberkahan bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Keterkaitan dengan Haul

Zakat mal harus memenuhi syarat haul, artinya harta perlu dimiliki selama satu tahun penuh sebelum kewajiban zakat muncul. Ini menunjukkan bahwa zakat mal menekankan kepemilikan harta yang konsisten, bukan hanya penghasilan yang diterima sesaat atau sementara.

Sebaliknya, zakat penghasilan tidak terikat haul karena dibayarkan secara rutin setiap kali Anda menerima penghasilan dari pekerjaan atau profesi. Dengan cara ini, zakat penghasilan lebih fleksibel dan praktis, cocok bagi siapa saja yang memiliki pendapatan bervariasi setiap bulan.

Nisab dan Kadar Zakat

Zakat mal memiliki nisab khusus yang berbeda sesuai jenis harta, misalnya emas dan perak tidak sama dengan tabungan atau saham. Kadar zakat mal adalah 2,5% dari total nilai harta yang telah mencapai nisab dan memenuhi syarat haul satu tahun penuh.

Sementara itu, zakat penghasilan memiliki nisab yang dihitung dari total pendapatan rutin yang diperoleh selama setahun, setara 85 gram emas. Kadar zakat penghasilan juga 2,5% dari total penghasilan yang telah mencapai batas nisab, sehingga tetap proporsional dan adil.

Meskipun kadar zakat sama, objek dan cara perhitungannya jelas berbeda sehingga membutuhkan perhatian khusus agar perhitungan lebih akurat. Dengan memahami hal ini, Anda dapat menunaikan zakat dengan tepat, menjaga harta dan penghasilan tetap bersih serta berkah.

Dengan memahami perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan, Anda dapat menunaikan kewajiban zakat dengan tepat dan sesuai syariat Islam. Pengetahuan ini membantu mengatur keuangan secara bijak sekaligus memastikan harta dan penghasilan tetap bersih serta berkah.

Mengenal secara jelas perbedaan kedua zakat ini juga membuat Anda lebih percaya diri dalam menunaikan zakat setiap periode rutin. Jika Anda ingin menunaikan zakat mal dan zakat penghasilan secara terpercaya dan mudah, mari lakukan melalui Asterra Peduli sekarang juga.

Butuh Bantuan?
Klik untuk chat